Slide ku ^^

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 26 Oktober 2010

Sinopsis My tutor friend lesson 2 part 1

Maaf sinopsisnya aku buat jadi beberapa part, udah pengen nulis ini dari awal karena ada Park ki woong tapi gak jadi terus. mungkin niat dan tekatku kurang bulat seperti dulu saat awal ngeblog.. hahai lebay deh..




Sinopsis My tutor friend lesson II part 1





Kitano Junko seorang anak pemilik warung mie di Jepang datang ke Korea untuk mencari Woo sung seorang pria yang ia cintai, tapi ia telah kembali ke negaranya (Korea) sebelum Junko sempat menyatakan perasaannya. Junko tiba di bandara Korea dengan wajah sumringah “Woo sung , Junko sudah tiba!! Konnichiwa (selamat siang)!!! “ ia berteriak di luar pintu bandara.

Junko menyeret koper Pink ukuran jumbo dan memegang selebaran mencari alamat tempat kos untuk dia tinggal.Daaaaannn.. my luvly oppa muncul (Ki woong) Jong man sedang berjalan dan pandangannya tidak lepas sedikitpun dari lcd hpnya sehingga menabrak Junko  dan membuat segala onderdil dalam kopernya berantakan juga terpeleset kotoran anjing. Jong man hanya sedikit berbisik kata sorry dan melangkah pergi.
Jong man bekerja sampingan di rumah sakit bersama kedua orang temannya untuk membersihkan mayat.


Jong man dengan santai menghidupkan music dan mulai bekerja, tapi temannya melihat mayat itu tersenyum dan pingsan seperti mayat di lantai (gak tau ngayal apa nggak tu orang)wkwkwk…  mereka pulang dengan mabuk dan masuk kamar masing-masing. Pagi tiba, Junko meletakkan kakiknya ke atas badan Jong man, Jongman yang belum sadar tersenyum melihat ada seorang gadis di tempat tidurnya. Ia mencubit-cubit pipi Junko dan membuat Junko yang terbangun histeris. Ayah Jong man sudah menyewakan kamar anak semata wayangnya kepada Junko karena putus asa melihat Junko tidak tertarik pada semua ruangan yang ada dan ia sudah dibayar dimuka (+les bahasa korea yang dijanjikan akan diajarkan oleh Jong man).
Melihat Junko keluar kamar kedua teman Jong mang langsung mendatanginya utuk tebar pesona. Semua yang berada di rumah itu sarapan bersama. Dirumah ini ada Jongman dan ayahnya,kedua temannya dan mahasiswa asing bernama George. Ayah Jongman pemasak yang handal, ia memasak berbagai masakan lezat. Membuat kaum lelaki yang tinggal dikost-kostan itu seperti kesurupan  untuk memasukkan semua mekanan itu ke dalam mulut. Junko hany terdiam melihat mereka. Junko semakin jijik setelah melihat Jong man menjilati seluruh permukaan sendok dan mengeluar-masukkan sendok itu dalam mulutnya seakan tidak mau kehilangan setitik kenikmatan masakan yang ada. Junko frustasi dan langsung meninggalkan tempat makan dan meminta uangnya di kembalikan saat ia pulang kuliah dan ia akan mengambil semua barangnya.


Jongman mengikuti Junko yang akan pergi kuliah. Junko yang merasa diikuti menengur Jongman dan memanggilnya Mister. Jongman tak terima dan menunjukkan id cardnya. Junko  melihat id Jong man “seumur denganku?? TAPI KENAPA IA TERLIHAT BEGITU TUA?(wkwkwk,..dengan bahasa jepang)” Jong man suka meminjam baju ayahnya. Jong man yang tidak mengerti mengira Junko terpesona pada kegantengannya “ kau terpesona denganku?ahh.. itu terjadi setiap waktu..” bergumam. Junko meninggalkannya. Junko tanpa sengaja memegang tangan jong man saat akan memencet bel bus yang mereka tumpangi, jong man lagi-lagi menggusilinya “lihat,aku tau kau menyukaiku,tapi tidak perlu menyentuh tanganku”.

Jongman mengantarkan barang milik seorang wanita(nggak tau namanya), wanita ini ingin menjadi pacar jongman. Tiba-tiba Junko masuk dan membuat siku Jongman tetabrak pintu. Junko bertanya pada wanita itu apa ia mengenal woosung and apa ia tahu keberadaan woosung. Jong man mencuri dengar. Ia menunggu Junko di halaman kampus dan mulai mebohongi Junko bahwa kamar yang ia tempati sekarang dulunya pernah ditempati Woosung. Junko mengira Jong man adalah teman  Woosung karena keterbattasan bahasa mereka. Jong man sebenarnya tidak iangin berbohong tapi ia kasihan pada ayahnya. Junko mengurungkan niat untuk pindah rumah. Junko langsung melempar bukunya sesampai ia dikamar kostnya dan tersenyum kembali.

Jong man pulang dan tersenyum melihat Junko sudah ada dirumah tapi mimic mukanya langsung terheran-heran mengapa Junko menghormat padanya ( Jong man blm tau dia dijadiin guru bahasa utk Junko).Junko “saya Kitano Junko ingin mengucapkan Hallo kepada guru saya”.Jongman “guru? Aku?. Jong man mengeluh pada ayahnya di dapur. Tuan heo yang sedang memotong tahu mengancam Jong man dengan meremas tahu didepan muka putranya itu hingga hancur dan menetapkan jadwal les dan menancapkan pisau ke talenan dan membuat Jong man tak sanggup bergeming. Jong man hanya bisa menurut.
Jong man masuk kekamar Junko dan bukannya mengajar ia malah naik ke tempat tidur,saat ia mendengar ayahnya datang ia langsung terjun kedepan junko dan memperkenalkan diri sebagai gur junko. Ayah Jong man yang menghantar camilan protes pada Junko yang salh menyebutkan nama Jong man menjadi junk man. Tapi Junko tetap tidak bisa mengucapkan Jong man dengan benar walau sudah berusaha mengikuti tuan Heo. Jong man hanya bisa tertawa. Jong man mengajarkan pelajaran basic pada Junko.
Junko yang perdana masuk kuliah di persilahkan mengenalkan diri. Ia teringat kata Jongman penilaina pertama sangat penting di korea. Juko memperkenalkan diri  dengan tidak sopan “jika kalian tidak menyukai gaya bicaraku pergi saja ke nereka. Tidak senang? Kita ketemu diluar.” (haha semua murid melongo melihatnya,dosennya hanya bisa mengelus dagunya dengan salah tingkah.
Tuan heo yang sedang menyanyi dengan diiringi suara gitar yang  ia petik melihat Junko pulangkerumah dengan wajah sehabis menangis. Jeng jeng jeng… Jong man pulang!!! Jong man masuk rumah Junko langsung menutup pintu( pintu rumah tradisional korea yang ditutup pake batang kayu). Jong man salah tingkah”ow,buat apa itu?” tanyanya saat melihat sang ayah memgang sapu senjata andalannya.tejadilah kejar-kejaran. Junko sedikit menyesal.
Junko menggeser meja belajarnya mengapit jong man sehingga tak bisa bergerak.Jong man menyarankan Junko untukmelaulan percakapan karena pengucapannya sangat buruk dan jangan hanya terpatok pada grammar.Jong man kembali mengerjainya dengan menuliskan deretan huruf-huruf yang harus dibaca Junko.junko terbata dan Jong man berkata itu tidak cukup buat woosung. Jong man mendapat telpon dari poongi, temannya. Ia langsung membaca semua deretan huruf kurang dari satu menit( ya iyalah orang bahas dia sehari-hari) ia langsung bergegas meninggalkan Junko. Junko yang mendengar nama woosung langsung kembali bersemangat.( aku nggak tau apa yang di diajarkan Jong man terdengarnya jangjang gong jangjang gitu.. takut salah ntar cakap kotot berabe eke wkwk..)



Ternyata Jong man pergi minum dengan teman-temannya. Temannya meminta Jongman menjauhi Junko. Ayah jong man berdiri diluar kedai minuman memegang sapu andalannya untuk menarik Jong man pulang karena ini jadwal mengajarnya. Jong man yang frustasi mengahdapi junko curhat pada kedua temannya di kampus. Bukannya mendapat pencerahan ia semakin pusing.  Terdengar teriakan dari kejauhan “Junk man sunbae!!!!”Junko yang sudah sukses membacaa deretan kata jangjang gong jang itu mau menunjukkan kemahirannya di depan sang guru. Jong man lari  menghindarinya dan tanpa sengaja menabrak seornag lelaki yang mereka cari selam ini yaitu woosung membuat kertas Woosung berserakan. Woosung mengutip kertasnya sehingga Junko tidak sadar ia sangat dekat dengan woosung…
Bersambung.. hehe :)
  

Minggu, 03 Oktober 2010

August Rush



   August Rush

Pemain:
Freddie Highmore: Evan Taylor
Keri Russell: Lyla Novacek
Jonathan Rhys Meyers: Louis Connelly
Robin Williams: Wizard

Evan Taylor seorang anak lelaki yang sangat mencintai music ingin mencari orang tua kandungnya yang tidak tahu entah dimana bahkan ia tak punya jejak apapun. Evan menemui Jeffries( mengurus pelayanan social anak) untuk memohon bantuan. Evan yang seharusnya menunggu Jeffries di suatu tempat  mengikuti alunan irama dari segala hal yang ada di daerah sekitarnya dan tersesat. Evan yang  tak tahu harus kemana  bertemu seorang anak musisi jalanan bernama Arthur. Evan ikut ke penampungan anak jalanan bersama Arthur. Di tempat ini ia bertemu dengan Wizard, lelaki yang memanfaatkan anak-anak polos untuk mendapatkan uang dengan cara mengamen. Ia mendapati Evan dengan bakat music tinggi dan  karena takut  Evan dikenal orang ia merubah nama Evan dengan August Rush. Lyla Novacek ibu dari evan baru mengetahui bahwa putranya selama ini masih hidup dari ayahnya. Ayahnya membuang Evan ke penampungan karena  merasa anak ini adalah kesalahan antara Lyla dan musisi jalanan bernama Louis dan hanya akan menghambat karir Lyla yang sedang menanjak. Lyla  dan Louis kembali bersemengat memulai karir merekanya lagi seperti dulu sebelum kejadian ini menimpa mereka. Wizard semakin menekan Evan dan membuatnya melarikan diri, ia masuk ke sebuah gereja dan disekolahkan di sekolah music oleh pendeta gereja tersebut. Evan akan mendapatkan tempat konser di central park untuk memimpin satu orchestra setelah semua pihakdi sekolah melihat bakat luar biasa yang ia punya. Wizard mendapatkan Evan lagi dengan cara licik, tapi evan berhasil kabur berkat bantuan Arthur dan kembali ke konser. Lyla yang sudah lebih dulu tampil meninggalkan cetral park, tapi langkah kakinya terhenti saat mendengar alunan music. Louis yang sedang di mobil bersama anggota bandnya dulu turun dari mobil karena music yang sama. Mereka berjalan dan mendekati panggung dan Lyla menemukan putranya diatas sana dan juga lelaki yang selama ini ia cintai.